MENOLAK ADU DOMBA
✓ayat Thema:Galatia 5:15 (TB) Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinas
Judul: "Menolak Adu Domba: Memelihara Persatuan dalam Kasih"
Renungan:
Mungkin kita pernah didatangi seseorang dan ia berkata, "tadi si A bicara tentang kau, katanya kau orangnya culas, pembohong, suka memeras, blablabla..." dan kita tanpa menyelidikinya langsung mempercayai omongan orang tersebut akhirnya pertikaian pun terjadi, padahal si A tidak pernah berkata demikian. Penghasut adalah orang pendengki, yang berusaha agar orang lain juga ikut mendengki dengannya.
Adu domba adalah tindakan yang merusak, yang bertujuan untuk menciptakan permusuhan dan pecah belah di antara saudara-saudara seiman. Ini adalah senjata yang digunakan oleh musuh untuk memisahkan kita dari kasih dan persatuan yang Allah inginkan untuk kita miliki sebagai umat-Nya.
Dalam Alkitab, kita menemukan banyak peringatan tentang bahaya adu domba. Rasul Paulus menegaskan dalam Galatia 5:15 bahwa adu domba dapat menghancurkan satu sama lain. Hal ini memperlihatkan betapa seriusnya konsekuensi dari tindakan adu domba dalam komunitas Kristen.
Namun, sebagai anak-anak Allah, kita dipanggil untuk hidup dalam kasih dan kesatuan. Dalam 1 Korintus 1:10, Paulus menyerukan agar kita bersatu dalam pikiran dan pendapat, tanpa adanya perpecahan di antara kita. Kita adalah tubuh Kristus, dan setiap bagian memiliki peran penting dalam memelihara persatuan gereja.
***ilustrasi Jenis Paku
Bagaimana kita bisa menolak adu domba dan memelihara persatuan dalam kasih?
Pertama, kita harus mengenali tipu daya musuh. Musuh tidak suka melihat kita bersatu dan berjalan dalam kasih. Oleh karena itu, kita harus waspada terhadap segala upaya yang dimaksudkan untuk memecah belah dan menciptakan permusuhan di antara kita.
Kedua, kita harus bertekad untuk hidup dalam kasih. Sebagaimana yang diajarkan oleh Tuhan Yesus dalam Yohanes 13:34-35, kasih adalah ciri kita sebagai murid-Nya. Dengan memperlihatkan kasih satu sama lain, kita memperkuat persatuan kita dan menghalangi upaya adu domba.
Terakhir, kita harus bersatu dalam doa. Doa adalah senjata rohani yang kuat untuk melawan segala upaya musuh. Ketika kita bersatu dalam doa, kita memohon perlindungan dan kekuatan Allah untuk memelihara persatuan gereja.
Saudara-saudara, mari kita menolak adu domba dan memelihara persatuan dalam kasih. Marilah kita hidup sebagai cahaya dunia, memperlihatkan kepada dunia betapa besar kasih dan persatuan dalam Kristus.
Amin.
Dalam pelayanan kita tidak boleh saling menggigit dan saling menelan, artinya jangan sampai muncul dosa, kebencian, kepahitan, pertengkaran, fitnah, dan sebagainya, karena ini dapat membinasakan Dan menghancurkan Persekutuan dalam gereja Tuhan.
1 Korintus 1:10 (TB) Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.
Komentar
Posting Komentar